Sistem Pakar Forward Chaining · WHO 2021

Penyakit
Perubahan
Iklim & Cuaca

Sistem cerdas berbasis kecerdasan buatan untuk mendiagnosa penyakit yang dipicu perubahan iklim, polusi udara, dan cuaca ekstrem. Didukung standar internasional WHO, EPA, dan EU.

0
Penyakit Terdeteksi
0
Gejala Dipantau
0
Standar Internasional
0
Pengguna Aktif
🌬️
Pantau Kualitas Udara Real-Time dengan AirScan Vision
Gunakan kamera perangkat Anda untuk menganalisis kondisi udara secara visual menggunakan AI. Hubungkan data kualitas udara lokal dengan risiko penyakit iklim Anda.
📷 Buka AirScan →

Penyakit yang Dipicu
Perubahan Iklim

12 kategori penyakit utama yang terbukti meningkat akibat perubahan iklim, polusi udara, gelombang panas, dan cuaca ekstrem.

🫁
ISPA — Infeksi Saluran Pernapasan
Acute Respiratory Infection
Tinggi

Polutan PM2.5 dan PM10 merusak lapisan mukosa saluran napas, menurunkan imunitas lokal, dan meningkatkan kerentanan terhadap infeksi virus dan bakteri.

Batuk kronis ≥ 2 minggu Sesak napas saat aktivitas ringan Demam > 38°C Dahak berlebihan / berdarah
🫀
Penyakit Jantung Iskemik
Ischemic Heart Disease
Tinggi

Paparan NO₂ dan PM2.5 jangka panjang menyebabkan peradangan pembuluh darah, aterosklerosis dipercepat, dan peningkatan risiko serangan jantung saat kualitas udara buruk.

Nyeri dada kiri menjalar Napas pendek saat istirahat Palpitasi & detak tidak teratur Kelelahan ekstrem tanpa aktivitas
🌊
Demam Berdarah Dengue
Dengue Hemorrhagic Fever
Tinggi

Suhu lebih tinggi memperpendek siklus hidup nyamuk Aedes aegypti dan mempercepat replikasi virus dengue. Curah hujan tidak merata menciptakan genangan breeding site.

Demam mendadak 39–40°C Nyeri kepala belakang mata Ruam merah di kulit Trombosit turun < 100.000/µL
🌿
Asma Bronkial
Bronchial Asthma
Sedang

Ozon troposfer (O₃) dan serbuk sari yang meningkat akibat musim lebih panjang memicu hiperresponsivitas bronkus. Serangan akut meningkat 40% saat episode polusi.

Mengi (wheezing) saat bernapas Dada terasa tertekan / berat Batuk kering malam hari Sesak memburuk saat olahraga
🧠
Heat Stroke / Hipertermia
Exertional Heat Stroke
Kritis

Gelombang panas urban heat island menyebabkan kegagalan termoregulasi. Suhu inti tubuh > 40°C menyebabkan kerusakan organ multisistem dan kematian jika tidak ditangani.

Suhu tubuh > 40°C Tidak berkeringat (anhidrosis) Kebingungan / disorientasi Kulit panas, merah, kering
🦠
Leptospirosis
Weil's Disease
Sedang

Banjir ekstrem akibat perubahan pola curah hujan meningkatkan paparan air terkontaminasi bakteri Leptospira dari urin tikus. Risiko meningkat signifikan pasca banjir.

Demam tinggi mendadak Nyeri otot betis parah Mata merah (konjungtivitis) Ikterus (kuning) pada tahap lanjut
💧
Diare & Gastroenteritis
Waterborne Diarrheal Disease
Sedang

Perubahan suhu mempercepat pertumbuhan patogen air seperti Vibrio, E.coli, dan Salmonella. Banjir mengkontaminasi sumber air minum dan memutus rantai sanitasi.

Diare > 3× sehari, berair Mual, muntah persisten Kram perut bawah Dehidrasi: bibir kering, lemas
🌸
Rinitis Alergi
Allergic Rhinitis / Hay Fever
Rendah

CO₂ lebih tinggi memperpanjang musim berbunga dan meningkatkan produksi serbuk sari hingga 200%. Ozon meningkatkan alergenisitas protein serbuk sari secara kimiawi.

Bersin beruntun ≥ 5× Hidung tersumbat / pilek jernih Mata gatal, berair, merah Memberat saat di luar ruangan
🧬
PPOK — Penyakit Paru Obstruktif
Chronic Obstructive Pulmonary Disease
Tinggi

Paparan kronis PM2.5, SO₂, dan asap biomassa menyebabkan inflamasi permanen saluran napas. Perokok pasif kini termasuk korban polusi udara luar ruangan.

Batuk produktif harian > 3 bulan Sesak napas progresif Toleransi aktivitas menurun drastis Sianosis bibir/jari (stadium lanjut)
🦟
Malaria
Plasmodium falciparum / vivax
Sedang

Perubahan distribusi curah hujan dan suhu memperluas habitat nyamuk Anopheles ke wilayah dataran tinggi yang sebelumnya terlalu dingin. Musim penularan kini lebih panjang.

Demam siklik setiap 2–3 hari Menggigil hebat diikuti berkeringat Anemia & pembesaran limpa Sakit kepala berat
🩸
Stroke Serebrovaskular
Cerebrovascular Stroke
Tinggi

Partikel ultrafine (PM0.1) menembus sawar darah-otak, menyebabkan neuroinflammasi. Paparan NO₂ meningkatkan kekentalan darah dan risiko trombosis serebral.

Wajah mencong mendadak Kelemahan lengan/kaki satu sisi Bicara cadel / tidak jelas Sakit kepala tiba-tiba terburuk
🧠
Gangguan Mental Terkait Iklim
Eco-Anxiety / Climate-Related PTSD
Baru Diakui

WHO mengakui dampak kesehatan mental dari krisis iklim: eco-anxiety, PTSD pasca bencana alam, depresi displacement, dan gangguan tidur akibat panas ekstrem.

Kecemasan berlebihan ttg iklim Insomnia saat suhu tinggi Depresi pasca bencana alam Gangguan konsentrasi kronis

Sistem Pakar
Forward Chaining

Platform ini menggunakan metode Forward Chaining — inferensi berbasis fakta — untuk mencocokkan gejala pasien dengan pohon keputusan klinis yang telah divalidasi tenaga kesehatan.

Didukung data kualitas udara real-time dan panduan WHO 2021, sistem ini menyesuaikan probabilitas diagnosis berdasarkan kondisi lingkungan setempat.

1
Input Gejala Pasien
Pasien memasukkan gejala yang dialami melalui antarmuka yang dipandu secara terstruktur.
2
Integrasi Data Iklim & AQI
Sistem mengambil data kualitas udara lokal (PM2.5, O₃, NO₂) dan suhu dari sensor terdekat.
3
Inferensi Forward Chaining
Mesin inferensi mencocokkan fakta (gejala + lingkungan) dengan basis aturan klinis hingga mencapai konklusi.
4
Diagnosis & Rekomendasi
Sistem menghasilkan diagnosis probabilistik beserta panduan tindak lanjut dan rujukan ke tenaga kesehatan.

Periksa Gejala Anda

Pilih gejala yang Anda rasakan untuk mendapat rekomendasi awal. Untuk diagnosa lengkap, gunakan platform sistem pakar kami.

Pilih gejala yang Anda alami:
Centang semua gejala yang sesuai dalam 3–7 hari terakhir.
Kemungkinan Penyakit Terkait Iklim

Dampak Nyata
Perubahan Iklim pada Kesehatan

💀
250.000
Kematian tambahan per tahun akibat perubahan iklim (WHO, 2030)
🌡️
+1.5°C
Ambang batas kritis Paris Agreement yang mulai terlampaui
🫁
7 Juta
Kematian per tahun akibat polusi udara dalam dan luar ruangan
🦟
3.9M
Kematian malaria yang 60% terhubung perubahan iklim wilayah tropis
💧
2 Milyar
Orang kekurangan air minum bersih akibat kekeringan iklim
🏙️
+8°C
Urban Heat Island effect pada kota besar padat penduduk Indonesia
📈
40%
Peningkatan kasus asma global dalam 20 tahun terakhir
💰
$1T
Biaya kesehatan global terkait iklim per tahun pada 2050 (estimasi)

Diagnosa Sekarang
Bersama Sistem Pakar

Platform Sistem Pakar Forward Chaining kami dirancang khusus untuk membantu diagnosa penyakit terkait perubahan iklim berbasis gejala klinis dan data lingkungan.

Diagnosa Berbasis AI
Mesin inferensi forward chaining dengan 12 penyakit iklim dan 50+ aturan klinis
Integrasi AQI Real-Time
Data kualitas udara dari OpenAQ dikombinasikan dengan gejala untuk diagnosa kontekstual
Standar Internasional
Mengacu WHO 2021, US EPA AQI, dan EU Directive 2008/50/EC
Gratis untuk Semua
Registrasi tanpa biaya, dirancang untuk meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan
Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Perubahan Iklim
telehealth.nursinginfo.org
✍️ Daftar Akun Baru ⚙️ Panel Admin
© 2024 · SISTEM PAKAR FORWARD CHAINING · nursinginfo.org
📷
AirScan Vision
Deteksi kualitas udara via kamera AI
🌐
AQI Scanner
Data sensor OpenAQ seluruh kota
Standar Referensi
WHO Global AQG 2021 US EPA AQI 2018 EU Directive 2008/50/EC IPCC AR6 2023 OpenAQ v3 API ICD-11 WHO Permenkes RI 1077/2011